Pernah terpikir kenapa karakter kartun jadul seperti Mickey Mouse atau Bugs Bunny selalu pakai sarung tangan putih? Ternyata alasannya nggak cuma soal estetika, tapi campuran antara teknis animasi yang cerdik dan sejarah kelam panggung hiburan Amerika Serikat.
Pada tahun 1920-an, industri kartun masih menggunakan teknik rubber hose dengan warna hitam-putih yang dominan. Alasan teknis pertamanya adalah ekspresi. Tanpa sarung tangan, jari-jari hitam karakter akan hilang menyatu dengan tubuh mereka yang juga hitam. Walt Disney sendiri mengakui bahwa di debut Mickey, Steamboat Willie (1928), si tikus terlihat terlalu “binatang”. Dengan memberi sarung tangan, Mickey jadi terlihat lebih manusiawi. Selain itu, Walt memutuskan hanya memberi empat jari karena lima jari dirasa terlalu banyak untuk sosok sekecil itu, sekaligus menghemat tenaga animator.
Seiring berjalannya waktu, kesadaran sosial mulai bergeser. Banyak lelucon rasis yang dulu dianggap biasa di era Leon Schlesinger atau kartun Tom & Jerry mulai ditarik dari peredaran. Salah satu yang terkenal adalah “Censored Eleven“, termasuk film All This and Rabbit Stew (1941) yang melibatkan Bugs Bunny.
Bahkan sutradara Ralph Bakshi pernah menggunakan desain ini untuk menyindir rasisme di Hollywood lewat film Coonskin (1975). Meski kini sarung tangan putih hanya dianggap sebagai gaya kartun klasik, jejak sejarahnya tertanam jauh hingga ke masa-masa sulit segregasi di Amerika.
