Bagi generasi yang tumbuh besar menonton The Muppets atau Sesame Street, lagu “Mah Nà Mah Nà” pasti sudah gak asing lagi di telinga. Lagu jenaka dengan lirik jargon acak yang menggemaskan ini telah dinyanyikan oleh anak-anak di seluruh dunia selama hampir setengah abad. Tapi, siapa sangka kalau di balik nadanya yang ramah anak, lagu ini menyimpan sejarah yang super “liar” dan bikin geleng-geleng kepala?
Aslinya, lagu ciptaan komposer sinema asal Italia bernama Piero Umiliani ini dibuat untuk sebuah film dokumenter softcore dewasa tahun 1968 berjudul Sweden: Heaven and Hell. Film garapan sutradara Luigi Scattini ini bergenre “mondo” – sejenis dokumenter palsu yang pura-puranya mengedukasi penonton, tapi aslinya cuma jualan adegan syur demi memuaskan fantasi penonton era 60-an. Film ini dipenuhi adegan pesta swinger, pantai telanjang, hingga kelab malam lesbian. Nah, lagu “Mah Nà Mah Nà” ini dipakai sebagai musik latar saat kamera menyorot beberapa wanita Swedia berambut pirang yang hanya memakai handuk, lalu tiba-tiba melepas handuk mereka untuk bermain salju di luar sauna.
Siapa sangka, lagu yang awalnya cuma dianggap sebagai musik pelengkap adegan dewasa ini malah punya takdir yang jauh lebih besar. Nada absurdnya yang mirip improvisasi musik jazz gratisan ini mendadak meledak di pasaran. Lagu ini sempat masuk tangga lagu Billboard Amerika pada tahun 1969, bahkan meroket ke posisi delapan di tangga lagu Inggris pada tahun 1977. Saking populernya, musisi-musisi besar seperti Tom Jones, Giorgio Moroder, Goldie Hawn, Nancy Sinatra, hingga grup Dave Pell Singers berbondong-bondong membuat versi cover-nya sendiri. Lagu ini juga sempat identik dengan acara komedi Benny Hill dan Red Skelton.
Titik balik kesucian lagu ini terjadi ketika dalang genius berkumis hiasan, Jim Henson, kepincut dan mengadopsinya ke dunia boneka. Karakter Muppet bergaya beatnik bernama “Mahna Mahna” pertama kali membawakan lagu ini di The Ed Sullivan Show pada 30 November 1969. Lagu ini akhirnya menemukan rumah abadinya pada tahun 1976 di episode perdana The Muppet Show. Di acara tersebut, karakter Mahna Mahna bernyanyi bersahut-sahutan dengan karakter bernama The Snowths, yang keduanya diisi suara oleh Frank Oz. Lewat tangan dingin Henson dan Oz, lagu dari film dewasa ini berhasil disulap menjadi mahakarya komedi bersih yang menghibur jutaan anak-anak hingga hari ini. Sebuah alkimia budaya pop yang sangat plot twist.
