Banyak yang ngira surf rock baru lahir saat The Beach Boys ngerilis “Surfin’ Safari” tahun 1962. Padahal, itu cuma strategi marketing dari Mike Love dkk yang sebenernya nggak jago selancar. Sejarah aslinya jauh lebih liar, berisik, dan datang dari garasi-garasi remaja di California dan Pasifik Barat Laut.
Sebelum musiknya jadi jinak, para pionir ini terinspirasi dari inovasi gitaris Link Wray. Mereka menciptakan lagu-lagu instrumental cepat dengan teknik tremolo picking yang pas banget buat jadi musik pengiring pesta dansa para peselancar. Band kayak The Surfaris dengan lagu “Wipeout” atau The Trashmen lewat “Surfin’ Bird” emang ikonik, tapi mereka sebenarnya versi yang lebih rapi dari para pendahulunya.
Kota Tacoma bahkan jadi pusat pergerakan ini, melahirkan band legendaris The Sonics. Selain itu, ada The Wailers (versi proto-surf) yang mempopulerkan lagu “Louie Louie” sebelum akhirnya meledak lewat rekaman ulang The Kingsmen. Jadi, sebelum ada harmoni vokal yang rapi, surf rock adalah musik garage instrumental yang penuh energi mentah dan berbahaya, Pops.
Berikut ada enam band pionir surf rock, Pops:
The Revels – Band asal San Luis Obispo ini sudah nge-rock sejak pertengahan 50-an. Lewat tangan dingin Norman Knowles, mereka merilis lagu “Church Key” yang jadi cetak biru instrumen surf. Kerennya lagi, lagu mereka yang berjudul “Comanche” terpilih masuk dalam soundtrack film legendaris Quentin Tarantino, Pulp Fiction, pada tahun 1994.
The (Fabulous) Wailers – Beda sama grup Bob Marley, band asal Tacoma ini memicu gerakan musik garasi lewat lagu “Tall Cool One“. Mereka sangat berpengaruh bagi band seperti The Sonics hingga The Kinks. Dunia juga berutang pada mereka karena mempopulerkan lagu “Louie Louie” yang akhirnya menjadi lagu wajib bagi skena musik garage global.
The Ventures – Band ini adalah yang pertama secara sadar mengusung suara surf lewat lagu “Walk, Don’t Run” di tahun 1960. Meskipun sering dianggap one-hit wonder, gaya permainan gitar mereka menjadi inspirasi langsung bagi elemen musik yang nantinya dikembangkan oleh Dick Dale. Mereka bahkan sempat membuat versi mash-up Natal yang cukup unik.
The Marketts – Grup ini berisi musisi sesi berbakat bentukan Michael Z Gordon. Menariknya, posisi drum diisi oleh Hal Blaine, sosok di balik The Wrecking Crew yang juga bekerja untuk The Beach Boys. Hits terbesar mereka, “Out of Limits“, muncul di film The Outsiders, sementara lagu “Surfer’s Stomp” menjadi lagu wajib pesta pantai.
Dick Dale and The Del-Tones – Dick Dale adalah raja surf rock sejati. Kolaborasinya dengan Leo Fender merevolusi teknologi amplifikasi gitar elektrik. Lagu “Misirlou” yang terinspirasi dari musik Lebanon milik pamannya menjadi sangat ikonik lewat film Pulp Fiction. Teknik gitar satu senarnya membuka jalan bagi lahirnya genre hard rock dan heavy metal di masa depan.
The Sentinals – Dipimpin kembali oleh Norman Knowles, band ini memperkuat identitas surf rock dengan pengaruh musik Latin yang kental. Lagu-lagu seperti “Latin’ia” dan “Encinada” menjadi bukti eksperimen mereka sebelum genre ini meredup di tahun 1964. Mereka menutup era emas instrumen pantai sebelum band The Pyramids mencetak hit terakhir di tangga lagu.
