Monday, October 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeArtsKuas dan Propaganda di Bawah Telunjuk Mao: Ketika Poster Revolusi Menjadi Undang-Undang...

Kuas dan Propaganda di Bawah Telunjuk Mao: Ketika Poster Revolusi Menjadi Undang-Undang Visual Tiongkok

Era baru Tiongkok bermula ketika Mao Zedong menggelar Revolusi Kebudayaan pada Mei 1966. Jalanan kota, pabrik, sekolah, hingga desa-desa mendadak dipenuhi oleh poster visual yang berfungsi sebagai alat kendali politik paling efektif. Mengingat minimnya tingkat melek huruf pada era 1960-an, gambar menjadi sarana tercepat untuk menanamkan doktrin partai tanpa memerlukan banyak teks.

Gaya artistik poster-poster tersebut mengadopsi tradisi visual Soviet, yang bercirikan sapuan kuas tebal, komposisi dramatis, dan warna merah menyala sebagai simbol revolusi serta otoritas partai. Dalam setiap karya, sosok Mao hampir selalu ditempatkan di posisi sentral sebagai figur penuntun yang agung, dikelilingi oleh rakyat jelata dan militer. Para perancang grafis harus mematuhi aturan ideologis yang sangat kaku; gestur tubuh, sudut cangkul petani, hingga ekspresi wajah buruh diatur sedemikian rupa untuk mendikte bagaimana warga negara harus bersikap patuh dan produktif.

Photo: IISH/Stefan R. Landsberger Collections via ChinesePosters.Net

Tema utama yang diangkat meliputi etos kerja industri dan pertanian, pemujaan terhadap pemikiran Mao, keterlibatan aktif perempuan di ruang publik, serta kedisiplinan militer. Namun, kebebasan berekspresi sama sekali tidak ada tempat. Ketidakpatuhan sekecil apa pun berbuah petaka, sebagaimana dialami oleh pencipta poster Long Live Chairman Mao. Karena karyanya menampilkan perempuan berbusana borjuis dan menghilangkan sosok sang ketua, sang seniman harus menghadapi amukan massa serta penghinaan di muka publik. Sejarah mencatat bahwa poster-poster tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan dokumen politik yang membuktikan bahwa desain grafis di masa pergolakan memiliki kekuatan hidup dan mati.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments

Mike Jolley on Single