Proses pengerjaan album terbaru dari veteran folk Bali, Dialog Dini Hari ini, dimulai dari sebuah komitmen unik: semuanya harus serba analog. Tim memilih untuk merekam dan mengolah seluruh materi melalui konsol legendaris Studer 963 tahun 1987 yang ada di Uma Pohon Studio, Denpasar. Perjuangannya nggak main-main, karena awalnya cuma 10 dari 24 channel yang nyala, jadi mereka harus memperbaiki konsol itu dulu demi mengembalikan karakter suara aslinya.
Bekerja secara analog ternyata memberikan kenyamanan dan kejujuran suara yang sulit digantikan teknologi digital. Alih-alih numpuk banyak track, mereka memilih kembali ke hal esensial seperti drum, gitar akustik, banjo, hingga vokal latar. Karena materi lagunya sudah matang, proses rekamannya pun berjalan sangat cepat. Atmosfer yang dihasilkan terasa lebih “hidup” justru karena sifatnya yang sedikit mentah dan minim polesan.
Album bertajuk “Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi” ini menjadi bukti perjalanan mereka. Bagi mereka, “Rumah” bukan cuma soal bangunan fisik, tapi bisa berupa kenangan atau ruang tenang untuk pulang saat dunia terasa nggak pasti. Proses menanggalkan segala kerumitan dan kembali ke inti suara analog inilah yang akhirnya melahirkan nyawa di setiap lagunya.
