Usai merampungkan tur di Prancis—termasuk dua kali unjuk gigi di Festival Les Escales pada 22-25 Juli 2026—kuintet art punk nyentrik asal Denpasar, Bali, Morbid Monke, langsung melepaskan karya anyar bertajuk “Schizophrenic”. Rilis serentak di platform digital pada 31 Juli 2026, single ini digawangi oleh Gerby (drum), Deoka (bass), Dewok (trompet), Krisna Dwipayana (gitar), serta Karisma Kele (vokal).
Lagu ini menyajikan perpaduan eksperimental antara garis bass padat, ritme drum tribal, nuansa post-punk, hingga tiupan trompet impulsif yang dibalut irama dance. Di balik aransemen musiknya yang energetik dan chaotic, Morbid Monke membawa misi penting soal edukasi kesehatan mental. Lagu ini menegaskan bahwa skizofrenia adalah gangguan medis berat, bukan disebabkan oleh serangan mistis sebagaimana stigma yang sering dipercayai masyarakat lokal.
Dengan data penderita skizofrenia di Indonesia yang mencapai 2,6 juta jiwa, band ini ingin mematahkan ketakutan tersebut. Lewat liriknya, Morbid Monke menyampaikan pesan penerimaan diri (self-acceptance) dan pentingnya dukungan orang terdekat. Lagu ini menjadi simbol perjuangan para penderita untuk bertahan hidup, menemukan kekuatan di tengah retaknya pikiran, serta membuktikan bahwa harapan selalu ada untuk keluar dari kegelapan.



