Dalam sebuah obrolan santai di restoran kawasan Eagle Rock, vokalis band hardcore Strife, Rick Rodney, mengenang kembali album ikonis mereka, In This Defiance (1997). Menjelang konser perayaan album tersebut di The Roxy (Hollywood) dan 924 Gilman (Berkeley), Rick menceritakan bahwa bandnya tidak pernah merasa tertekan untuk memenuhi ekspektasi orang setelah suksesnya album debut One Truth. Jauh dari skena Orange County dan jauh juga dari skena New York, Strife justru menjadi kritikus paling kejam bagi diri mereka sendiri.
Kualitas audio album ini sangat tebal karena dipengaruhi oleh band crossover seperti Leeway, Cro-Mags, Judge, hingga Slayer. Strife bahkan memilih studio Sound City karena Slayer merekam album Divine Intervention di sana, ditambah sentuhan tangan dingin Bob Marlette sebagai mixer. Meski Victory Records menggelontorkan dana hingga $30.000—yang sempat membuat mereka dicap “rock star” oleh publik—label tersebut tidak banyak mencampuri urusan kreatif band.
Rick juga membahas lagu terpopuler mereka, “Blistered”, yang sempat menjadi lagu paling tidak ia sukai sebelum akhirnya kalah suara oleh personel lain. Lagu itu sukses besar berkat video musik mentah garapan sutradara Darren Doane. Menariknya, band hardcore populer bernama Blistered bahkan mengambil nama dari lagu ini.
Mengenai lirik, Rick mengaku banyak terinspirasi gaya abstrak Walter Schreifels dari Quicksand. Tidak semua lagu bertema straight edge; lagu “Through and Through” justru tentang hubungan asmara, sementara lagu seperti “Force of Change” baru murni tentang straight edge. Menutup obrolan, penyanyi yang kini sukses menjadi fotografer komersial ini menceritakan kebiasaan ekstremnya membenturkan mikrofon ke kepala hingga berdarah saat live. Baginya, aksi panggung enerjik yang terinspirasi foto band Youth of Today dan Chain of Strength tersebut adalah bentuk terapi emosional yang jujur.



