Bagaimana rasanya sebuah album musik diterjemahkan ke dalam bentuk wewangian? Pertanyaan inilah yang dijawab oleh Danilla melalui kolaborasi epiknya bersama USUAL Parfums. Mengambil akar dari album Candramawa—sebuah karya bagi mereka yang sering patah namun tak pernah hancur—proyek ini resmi bergulir sejak pertemuan pertama Danilla dan Aldhy di Jakarta pada Oktober 2025. Alih-alih mencari aroma literal dari sebuah lagu, mereka menerjemahkan kontras emosi ke dalam bentuk parfum: herbal, spicy, woody, hingga sedikit pahit namun berpadu dengan kehangatan vanila yang tidak terlalu manis.

Perjalanan panjang tersebut melibatkan proses bolak-balik antara Jakarta dan Solo, diisi dengan diskusi intens via Zoom meeting, lokakarya penciuman blotter, hingga pengujian sampel berkode tanpa deskripsi aroma. Uniknya, Danilla menguji sampel-sampel tersebut dengan cara memakainya satu hari penuh untuk merasakan evolusi aromanya di kulit. Intuisi tajamnya melahirkan deskripsi puitis seperti “tekstur seperti velvet” hingga “judes dan classy”. Sesi perkenalan perdana bertajuk Sebuah Pengantar Candramawa pun digelar di Jakarta pada 17 Mei 2026, di mana vial bertanda khusus mulai dibagikan kepada publik terpilih.
Kini, setelah setahun penuh hidup berdampingan dengan aroma tersebut, Candramawa Episode 01 resmi dilepas ke publik tepat 23 Oktober 2026. Dirilis secara offline di Little League, Jakarta, serta tersedia di berbagai marketplace daring USUAL Parfums, parfum berukuran 50 mL dengan harga Rp379.000 ini menawarkan kompleksitas top notes pink pepper, mid notes incense dan dry vanilla, hingga base notes warm amber dan cashmere woods. Ini bukan sekadar produk kecantikan, melainkan cara lain untuk membawa pulang esensi dari sebuah karya musik yang bisa dikenakan sehari-hari.