Home Features Ketika Mick Jagger & Keith Richards ‘Kibuli’ Personel Lain, Cerita Unik di...

Ketika Mick Jagger & Keith Richards ‘Kibuli’ Personel Lain, Cerita Unik di Balik Iklan Legendaris Windows 95

0
AI Generated

Dunia sempat dilanda demam teknologi pada 24 Agustus 1995 tatkala Microsoft menggelar kampanye masif untuk merilis Windows 95—sebuah momen bersejarah yang bahkan membuat orang-orang rela mengantre tengah malam di depan toko komputer. Sebagai penarik massa, Microsoft memilih lagu andalan The Rolling Stones, “Start Me Up”, sebagai soundtrack utama iklan mereka. Lagu yang awalnya digarap dari sesi album Some Girls sebelum akhirnya dirilis lewat Tattoo You pada 1981 ini sukses besar menyulap peluncuran perangkat lunak menjadi peristiwa pop-budaya yang monumental.

Photo: reddit.com/r/90s

Di balik kesepakatan bisnis tersebut, mantan petinggi Microsoft, Brad Silverberg, membeberkan kisah di balik layar yang sarat intrik korporasi. Menurutnya, The Rolling Stones telah lama bertransformasi dari sekumpulan pemuda urakan penentang kemapanan menjadi sebuah perusahaan raksasa. Mick Jagger diposisikan sebagai CEO dan Keith Richards sebagai COO, sementara anggota band lain seperti Ronnie Wood dan mendiang Charlie Watts diperlakukan bagai karyawan biasa.

Photo: Facebook Mick jagger and Keith Richards

Negosiasi sempat berjalan alot karena Mick awalnya keberatan demi menjaga idealisme seni. Kendati demikian, Keith—yang berseloroh butuh uang lebih banyak—berhasil meluluhkan hati sang vokalis. Tak berhenti di situ, intrik bisnis kembali terjadi ketika manajemen Stones sempat menyelundupkan versi rekaman live alih-alih versi studio kepada pihak Microsoft. Tujuannya konon agar Mick dan Keith bisa mendulang porsi royalti pribadi yang jauh lebih gemuk.

Microsoft yang menyadari siasat tersebut langsung menolak dan menuntut dikirimkannya versi master studio asli. Pada akhirnya, kampanye tersebut berjalan sangat sukses dan menguntungkan kedua belah pihak. Kisah ini meninggalkan ironi yang indah: band yang menghabiskan dekade 1960-an untuk menakuti para orang tua dan otoritas, pada tahun 1995 justru sibuk bernegosiasi soal celah pembagian royalti dengan raksasa teknologi.

NO COMMENTS

Exit mobile version