Themilo, pionir shoegaze di Indonesia yang lahir dari skena independen Bandung, kembali mempertegas eksistensinya lewat perilisan single terbaru berjudul ‘Nowhere, Now Here.’ Lagu ini menghadirkan atmosfer kontemplatif yang memikat. Namun lebih dari sekadar komposisi musik, ‘Nowhere, Now Here‘ adalah refleksi perjalanan spiritual dan kesadaran.
“Lagu itu bercerita tentang perjalanan menuju ‘dimensi lain’ atau pemahaman lebih tinggi. Bukan tentang pergi ke tempat lain, melainkan tentang menyadari kehadiran di sini dan sekarang. Bahwa ‘tidak ada’ ternyata adalah ‘ada’, jika kita benar-benar hadir,” ujar Upik (gitar).
Sebagai karya instrumental, ‘Nowhere, Now Here‘ berbicara lewat dinamika bunyi gitar berlapis, dan atmosfer kibor yang berpadu menciptakan ruang imajinasi. Musiknya menjadi medium perjalanan batin, mengajak pendengar merasakan pengalaman tanpa kata-kata.
“Nowhere, Now Here adalah lompatan kesadaran dari ketiadaan menuju keberadaan, dari hilang menjadi hadir,” tambah Ajie Gergaji (gitar, vokal).

Sejak awal 2000-an, Themilo dikenal sebagai salah satu band shoegaze paling berpengaruh di Indonesia. Dengan karya yang konsisten dan orisinal, mereka menjadi bagian penting dari perjalanan musik alternatif Tanah Air.
Formasi Themilo saat ini terdiri dari: Ajie Gergaji (gitar, vokal), Upik – gitar, Chil Pollins (drum), Sandi Marr (kibor). Single ‘Nowhere, Now Here‘ kini sudah tersedia di berbagai platform digital.
Bagi Themilo, lagu ini bukan hanya rilisan baru, tetapi juga sebuah pernyataan diribahwa dalam keheningan, dalam ruang kosong, selalu ada suara yang menemukan jalannya. ‘Nowhere, Now Here‘ adalah undangan bagi siapa pun yang ingin berhenti sejenak, menutup mata, dan membiarkan musik menjadi jembatan antara yang hilang dan yang akhirnya hadir.
#themilo #nowherenowhere #shoegaze #bandbandung #musikindonesia



